Pembangunan Terminal Puri Beta 2 Langgar Tata Ruang

Senin, 10 Mei 2010 | Harian Kompas

Tangerang, Kompas – Pemerintah Kota Tangerang harus membatalkan rencana pembangunan terminal di permukiman penduduk di Kompleks Perumahan Puri Beta 2, Kecamatan Larangan.

Selain melanggar sejumlah aturan, mulai dari tingkat peraturan daerah dan undang-undang, pembangunan terminal menambah beban kawasan itu sehingga memengaruhi tata ruang kawasan sekitarnya. Solusi terbaik adalah membangun kawasan ruang terbuka hijau di kawasan tersebut.

”Pembangunan terminal di kawasan perumahan ini bukan solusi terbaik. Kemacetan tidak akan teratasi. Kehadiran terminal dapat menambah beban baru di lahan itu,” kata pengamat perkotaan dari Jurusan Planologi Universitas Trisakti, Jakarta, Yayat Supriatna, dalam ”Sarasehan Menata Ruang Hidup Masyarakat Kota Tangerang” di Kiara Payung, Perumahan Puri Beta 2, Minggu (9/5).

Yayat menjelaskan, sejumlah aturan yang dilanggar jika terminal itu dibangun adalah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2005 tentang Rancangan Detail Tata Ruang Kecamatan Larangan. Selain itu, juga melanggar Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang dan UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam perda itu, sama sekali tidak ada rencana pembangunan terminal di Puri Beta 2.

Koordinator Advokasi Korban Penggusuran sekaligus anggota Program Resolusi Konflik Jaringan Relawan Kemanusiaan, Inne Rifayantina, mengatakan, sesuai UU No 26/2007, pembangunan terminal minimal berjarak 20 kilometer dari terminal yang sudah terbangun dengan jarak terdekat.

”Terminal terdekat, Blok M, Jakarta, dan Poris Plawad. Jarak dari Puri Beta-Blok M 8,8 kilometer. Sementara jarak Puri Beta dengan Poris Plawad adalah 12 kilometer,” ujar Inne.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Tangerang Aulia E Kembara menambahkan, Dinas Perhubungan Kota Tangerang pernah mengkaji pembangunan terminal. Dari enam lokasi alternatif, tiga lokasi di antaranya yang dinyatakan layak menjadi terminal adalah Simpang Jalan Raya Haji Mencong, lahan kosong depan Ramayana, dan Lapangan Sudimara Barat.

”Puri Beta 2 bukanlah lokasi yang dipilih untuk dibangun terminal,” kata Aulia. (PIN)

Perihal perencanamuda
Komunitas perencana muda progressif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: