Koalisi Warga Akan Somasi Gubernur DKI

Jakarta, Kompas – Koalisi Warga untuk Jakarta 2030 menyomasi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terkait penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta 2010-2030. Mereka meminta pemerintah mengulang penyusunan RTRW karena sangat minim partisipasi publik.

Praktisi hukum dari Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Irvan Pulungan, Minggu (21/3) di Jakarta Pusat, mengatakan, somasi dilayangkan karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanggar tiga undang- undang dan satu peraturan menteri dalam menyusun rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2010-2030. Pelanggaran itu terkait dengan minimnya pemberian informasi dan pelibatan partisipasi publik

Ketiga undang-undang (UU) dan peraturan menteri yang dilanggar itu adalah UU 26/2007 tentang penataan ruang, UU 14/2008 tentang keterbukaan informasi publik, UU 32/2009 tentang lingkungan hidup, dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 15/2009 tentang pedoman penyusunan RTRW Provinsi.

”Somasi kami kirimkan Senin (22/2). Kami menuntut pengulangan proses penjaringan dan menampung aspirasi publik dalam RTRW. Jika diabaikan, kami akan ajukan gugatan kelas secara perdata,” kata Irvan

Pengamat tata kota dan penggagas koalisi, Marco Kusumawijaya, mengatakan, penyusunan RTRW 2010-2030 seharusnya melibatkan warga Jakarta dari berbagai lapisan dan golongan. Pada kenyataannya, Pemprov DKI hanya mengajak diskusi terbatas beberapa ahli teknis.

Masyarakat yang berkepentingan dengan pembangunan selama 20 tahun ke depan harus diajak bicara langsung mengenai potensi yang mereka miliki dan masalah perkotaan yang mereka hadapi. Mendapat informasi dan didengar aspirasinya adalah hak masyarakat yang dijamin undang-undang dalam proses penyusunan RTRW.

Masyarakat, kata Marco, memang banyak yang tidak mengetahui masalah teknis. Namun, mereka harus diajak bicara untuk masalah nonteknis dan bersifat kebijakan umum.

”Warga Marunda, misalnya, perlu diajak bicara mengenai pembangunan kawasan ekonomi khusus di wilayahnya. Apa dampaknya? Apa yang harus mereka lakukan? Apa keuntungan bagi mereka?” kata Marco.

RTRW 2010-2030 merupakan dasar pembangunan Jakarta dan hanya dapat sukses jika seluruh warga berkomitmen menjalankannya. Namun, warga tidak dapat berkomitmen jika mereka tidak pernah diajak diskusi mengenai isi RTRW 2010-2030.

Penjaringan aspirasi publik juga dapat dilakukan dengan survei dan penyebaran kuesioner. Adapun pemberian informasi dapat dilakukan dengan penyebaran brosur, leaflet, atau melalui media massa. ”Di Kendari, rencana pembangunan pengolahan sampah di pasar saja disosialisasikan dalam empat bahasa daerah. Masak di Jakarta tidak mampu menjaring pola partisipasi semacam ini,” kata Marco.

Persentase lahan

Menurut Direktur Eksekutif Walhi DKI Jakarta Ubaidillah, rancangan RTRW 2010-2030 tidak mencatumkan alokasi persentase penggunaan lahan secara tegas. Lahan terbuka juga tidak menjadi prioritas meskipun Jakarta berkali-kali dihajar banjir.

”Tidak ada keberpihakan lingkungan dalam RTRW ini. Akses publik ke naskah akademik dan draf RTRW juga sangat terbatas,” kata Ubaidillah.

Direktur LBH Jakarta Nurkholis Hidayat mengatakan, penyusunan RTRW yang tertutup dinilai sangat mencurigakan. RTRW 2010-2030 diduga bakal menguntungkan pengembang besar dan merugikan warga.

Berdasarkan sejarah di Jakarta, setiap evaluasi rencana tata ruang selalu ada dua modus yang dilakukan. Pertama, tidak menyelesaikan masalah tetapi malah membuat masalah baru. Kedua, pemerintah akan memutihkan pelanggaran tata ruang.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, pemerintah sudah melibatkan aspirasi publik dalam penyusunan RTRW 2010-2030. Pemerintah juga akan membahas RTRW itu bersama DPRD yang merupakan wakil rakyat.

Publik diberi kesempatan menyampaikan aspirasi mereka, tetapi tidak semua bagian RTRW dapat menyesuaikan aspirasi tersebut. Jika semua bagian disesuaikan dengan aspirasi publik, RTRW justru akan kehilangan orientasi untuk mencapai tujuan yang lebih besar. (ECA)

http://www.kompas.com

Perihal perencanamuda
Komunitas perencana muda progressif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: