Menjembatani Kesenjangan Informasi Dunia Tata Ruang

Derap demokratisasi dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik saat ini, membawa proses pembangunan kota mengalami beberapa perubahan mendasar. Sifat pembangunan kota yang semula top-down dan merupakan urusan pemerintah semata, berangsur-angsur menjadi kegiatan masyarakat di akar rumput (grass roots), dengan motor penggerak elemen masyarakat dan kelompok kepentingan .

Pengikutsertaan publik dalam proses penentuan kebijakan publik dianggap sebagai cara yang efektif untuk menampung dan mengakomodasi berbagai kepentingan yang beragam tadi. Dengan kata lain, upaya pengikutsertaan publik yang terwujud melalui dapat membawa keuntungan substantif dimana keputusan publik yang diambil akan lebih efektif disamping akan memberi sebuah rasa kepuasan dan dukungan publik yang cukup kuat terhadap suatu proses pembangunan.

Tantangan yang kemudian dihadapi adalah apakah masyarakat  sudah diberikan pencerahan mengenai apakah itu perencanaan ruang? Apakah istilah-istilah “langit:’ keplanologian sudah sampai kepada masyarakat? apa yang telah dilakukan oleh para perencana dalam menjalankan peran mencerdaskan masyarakat?  media apa yang bisa dikembangkan untuk mendialogkan kepentingan perencana dengan masyarakat.?

Membangun kepedulian masyarakat tanpa terlebih dahulu membangun pengetahuan masyarakat mengenai pembangunan kota dan penataan ruang adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Melalui pengetahuan lebih luas mengenai pembangunan kota akan mendorong kepedulian masyarakat yang akan berujung pada pelibatan masyarakat.

Abad 21 merupakan era baru bagi umat manusia dimana batas-batas fisik dan geografis bukan menjadi sebuah batasan bagi saling tukar informasi antar manusia di seluruh dunia. Jarak dan waktu dipersempit melalui satelit telekomunikasi, jaringan nirkabel dan bentuk lain dari penghantar komunikasi.

Saya masih ingat nonton film “you’ve got mail” yang diperankan oleh Meg Ryan dan Tom Hanks. Film tersebut adalah revolusi budaya yang coba diperkenalkan oleh Negara Paman Sam mengenai teknologi bernama internet ke seluruh dunia (tentunya selain memperkenalkan budaya “starbuck” di sisi lain). This is when the revolution begin..

Saat ini informasi berjalan melalui website, weblog, twitter, facebook, friendster, Yahoo Messenger, personal e-mail, dan ratusan media lainnya. Fasilitas yang tentunya memperkecil kesenjangan informasi antara kelompok masyarakat di seluruh belahan dunia..

Apakah kemudian kita para perencana telah mempergunakan media ini sebagai alat kita dalam membangun pengetahuan yang dimiliki masyarakat mengenai pembangunan kota, penataan ruang, dokumen rencana tata ruang, istilah-istilah teknis keruangan dan lain sebagainya. Atau telah tepatkah kita dalam mempergunakan media tersebut sebagai alat perencana mendorong partisipasi masyarakat di dalam proses pembangunan kota.

Media internet pada dasarnya hanya  salah satu media (bukan media paling ampuh) dalam memperluas magnitude dunia perencanaan dan memperkecil kesenjangan pengetahuan mengenai penataan ruang antara perencana dengan masyarakat. diseminasi lebih luas mengenai dunia tata ruang dapat dilaksanakan dengan media ini,

Menggunakan media internet bukan sebuah tren sesaat dan implikasi dari “banci’ mode yang saat ini kerap terjadi pada masyarakat Indonesia. Media Internet adalah kombinasi antara hutan belantara, samudra luas, medan perang sekaligus ring tinju. You either survive or die because of it. Banyak contoh keberhasilan transfer ide efektif melalui internet (seperti Obama Campaign, Koin untuk Prita,dll) walau tidak tertutup kemungkinan kegagalan penggunaan media internet.

Mempergunakan media internet dalam memperluas “magnitude” dunia perencanaan di masyarakat memiliki beberapa sisi yang perlu diperhatikan oleh para perencana.

  1. Media internet memberikan kesempatan kepada para perencana dalam mensosialisasikan bahasa, kebijakan istilah teknis dan pemahaman dasar mengenai penataan ruang dalam pembangunan kota
  2. Media internet merupakan salah satu fasilitas jejaring informasi terbesar yang saat ini ada. Jutaan byte dari file-file terkait perencanaan ruang dapat di unggah dan di unduh oleh masyarakat. Dengan teknik yang khusus, Google akan dapat mengantarkan pengguna internet untuk mempelajari hal-hal terkait penataan ruang
  3. Menggunakan media internet memang memberikan ruang bagi kita untuk di akses oleh dunia, tetapi itu juga memberikan konsekuensi tersendiri. Menjadi terbuka di internet memiliki konsekuensi eksistensi kita pun menjadi mudah untuk dikritisi, dikomentari, dihujat ataupun disalahgunakan informasi yang dibuka ke public. Contoh riil ada saat menkominfo Tifatul Sembiring memiliki account twitter. Dampak positifnya tentunya Pak Tifatul mampu berinteraksi langsung dengan public mengenai kebijakan-kebijakan kementerian. Akan tetapi Menkominfo menjadi lebih mudah untuk dikritik dari hal-hal substansi Rancangan Peraturan Menteri sampai hal-hal keseharian seperti kebiasaan Menkominfo dalam berpantun. Banyak sekali public figure atau public organization yang tidak mampu menghandle konflik yang ada sehingga menjadikan penggunaan media internet sebuah character assassination
  4. Pemilihan media yang digunakan dalam mensosialisasikan informasi dan pengetahuan dunia tata ruang pun menjadi sangat penting untuk disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai. Seperti: penggunaan milis sebagai ruang diskusi, web blog sebagai alat information display, facebook sebagai alat jejaring sosial dan lain sebagainya. Kesalahan menggunakan media, yang biasanya disebabkan oleh latah mode, bisa berujung pada ketidak efektifan media yang digunakan.
  5. Konsistensi adalah kunci paling besar dalam menggunakan media internet. Tanpa konsistensi, maka seringkali media internet hanya menjadi alat yang tidak efektif karena tidak pernah diupdate dan tidak ada inovasi

Beberapa komunitas perencana sudah mulai melakukan beberapa gerakan di dunia internet unuk mendiseminasikan pengetahuan mengenai penataan ruang. Milis “Referensi” adalah salah satu contoh “best practices” dalam membangun jaringan orang-orang yang concern terhadap dunia tata ruang dan sekaligus media mengkonsolidasikan pengetahuan penataan ruang dari seluruh penjuru dunia. Contoh lain dimulai oleh Salah satu komunitas orang-orang yang peduli dengan tata ruang yang membangun web bernama “Rujak” yang disusun untuk mendiseminasikan, mensosialisasikan, menginformasikan, dan lain-lain hal yang terkait dengan RTRW DKI Jakarta 2030. Melalui web “Rujak” tersebut dilakukan tukar menukar informasi antar masyarakat Jakarta yang peduli dengan penataan ruang.

Mempergunakan media internet bagi dunia perencanaan dalam membangun pemahaman masyarakat adalah salah satu jalan baru dalam membangun partisipasi public. Karena perencanaan partisipasi membutuhkan pemahaman yang sama antara masyarakat dengan para perencana mengenai prinsip, substansi dan prosedur yang dilakukan dalam proses penataan ruang. Tanpa pemahaman yang sama maka proses partisipasi tidak lebih dari proses sosialisasi atau justifikasi kebijakan yang sudah dirancang oleh para perencana

Dunia perencanaan harus mulai dan tidak malu-malu lagi mempergunakan media internet untuk mengurangi kesenjangan informasi yang saat ini terjadi antara masyarakat dan perencana.

-Catur-

www.perencanamuda.com

www.catuy.blogspot.com

twitter : elkanacatur

Dipersiapkan untuk Buku “alumni berbagi”

Perihal perencanamuda
Komunitas perencana muda progressif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: