Empat Strategi Untuk Menjadi Perencana Yang Handal


Ada banyak kiat dan strategi untuk menjadi pembelajar sukses dalam bidang Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Antara lain meliputi pemahaman kemampuan ke-ilmuan PWK dan Tata Ruang, pemahaman kekurangan diri sebagai pelajar, praktisi, dan peneliti dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada, aplikasi ilmu PWK, dan mengetahui tantangan serta kondisi bidang PWK dan Tata Ruang. Demikian disampaikan Sesditjen Penataan Ruang Ruchyat Deni pada Kuliah Perdana Program Studi PWK Universitas Gajah Mada, di Yogyakarta (24/8).

Lebih lanjut Deni mengungkapkan, keempat strategi tersebut dapat diaplikasikan dengan banyak cara. Pengaplikasian strategi pertama dapat dilakukan dengan mengkalkulasikan kemampuan diri dalam keilmuan PWK dan Tata Ruang baik formal maupun non formal, mengoptimalkan dan mengaktualisasikan kemampuan serta memahami dan mengembangkan kelebihan diri yang dapat mendukung penerapan ilmu PWK.

Untuk strategi kedua, dilakukan dengan mengkalkulasikan apa kekurangan dan kemampuan diri dalam penguasaan ilmu PWK, pro-aktif dalam mencari input lain dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, milis dan lainnya, ujar Deni.

Deni menambahkan, pengaplikasian strategi ketiga dapat dilakukan melalui komunikasi dengan stakeholders untuk mengikuti perkembangan informasi terkait, aktif mengikuti kegiatan pelatihan, penelitian, seminar dan diskusi, serta survey yang berkenaan dengan bidang PWK dan Tata Ruang. Termasuk ikut kesempatan sekolah lanjutan, dan aktif menciptakan peluang untuk menerapkan ilmu PWK.

Menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, update mengenai kondisi dan perkembangan bidang PWK, dan memilih bidang yang dikuasai dalam format PWK dan tata ruang merupakan bentuk pengaplikasian strategi yang keempat, imbuh Deni.

Deni mengatakan, kebutuhan tenaga Perencanaan Wilayah dan Kota (planner-red) di Indonesia hingga tahun 2014 akan selalu meningkat. Diperkirakan 2.400 planner dibutuhkan untuk sektor Pemerintah, Pemerintah Daerah dan swasta. Data yang ada, supply yang dihasilkan oleh 33 Perguruan Tinggi negeri dan swasta yang memiliki program studi PWK hanya 2700 planner di tahun 2003 dan jumlah anggota Ikatan Ahli Perencana sampai dengan tahun 2007 sekitar 3000-4000 orang.

“Khusus di Ditjen Penataan Ruang, saat ini hanya ada sekitar 50 planner diharapkan bisa bertambah menjadi 200-250 orang pada tahun 2014,” tegas Deni.

Deni juga menyampaikan beberapa konsep pengembangan wilayah, diantaranya konsep ruang terbuka hijau wilayah perkotaan, konsep pemanfaatan ruang di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), dan peran-peran strategis dari Undang-Undang No 26/2007 tentang Penataan Ruang.

Kegiatan ini diikuti oleh 88 mahasiswa baru Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota pada Fakultas Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gajah Mada Angkatan 2009. (obt/ibm)
Sumber : http://www.penataanruang.net

Perihal perencanamuda
Komunitas perencana muda progressif

3 Responses to Empat Strategi Untuk Menjadi Perencana Yang Handal

  1. Agus Suhanto mengatakan:

    hai,
    saya Agus Suhanto, posting yang bagus🙂
    lam kenal yee

  2. rendra(^^^) mengatakan:

    saya sangat setuju dengan apa yang bapak bilang di atas tadi
    memang untuk menjadi pleiner harus perlu kerja keras

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: