KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR HARUS BERBASIS TATA RUANG


Pengimplementasian penataan ruang harus sesuai dengan arah spasial masing-masing dan infrastruktur sebagai penjurunya, selain alokasi ruang. Dengan demikian sejauhmana pengintegrasian kebutuhan infrastruktur di berbagai arah yang berbasis tata ruang merupakan salah satu pekerjaan rumah kita. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penataan Ruang Departemen PU, Imam Santoso Ernawi dalam Workshop Konsep Ideal Pengembangan Kapasitas untuk Pelembagaan Penataan Ruang di Jakarta (29/6).

“Sebetulnya dalam mengikuti rencana tata ruang tersebut, infrastruktur PU yang paling sesuai adalah infrasruktur jalan. Walaupun belum sepenuhnya sesuai. Setelah jalan, diikuti oleh infrastruktur Sumber Daya Air dan infrastruktur Cipta Karya” jelas Imam.

Lebih lanjut dikatakan Imam, sebagai salah satu tahapan dari kegiatan pengembangan kapasitas penataan ruang, workshop yang diadakan selama 2 hari ini bertujuan untuk merumuskan suatu konsep ideal pengembangan kapasitas untuk kelembagaan dalam penyelenggaraan penataan ruang demi mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan, berlandaskan wawasan nusantara dan ketahanan nasional.

Mengingat secara kongkrit pelembagaan penataan ruang harus bisa diselenggarakan oleh semua pihak dengan kegiatan turbinlakwas (pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan). Pelaksanaan ini harus lengkap mulai dari pengaturan sampai pengawasan. ”Banyak orang berbicara mengenai penataan ruang tapi hanya sampai tahap perencanaan saja.” kritik Imam.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Penataan Ruang, Ruchyat Deni Djaka Permana mengungkapkan, workshop ini mengangkat salah satu isu yang cukup penting untuk dibenahi. Isu tersebut yaitu lemahnya kapasitas dalam penyelenggaraan penataan ruang yang diakibatkan oleh belum melembaganya penyelenggaraan penataan ruang.

”Peningkatan kapasitas penataan ruang bukan hanya sebatas gagasan sesaat. Namun harus berkesinambungan sehingga perlu dilembagakan agar terus dapat disampaikan dan diestafetkan pada seluruh generasi selanjutnya” tegas Deni

Workshop ini diikuti oleh anggota Tim Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN), instansi pemerintah pusat terkait pengembangan kapasitas, internal Departemen PU, akademisi, lembaga masyarakat pemerhati penataan ruang, dan Kepala Dinas PU dan Kepala Dinas yang terkait penataan ruang dari propinsi Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali, Gorontalo, dan Papua Barat (ida)

Pusat Komunikasi Publik

Perihal perencanamuda
Komunitas perencana muda progressif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: