PENATAAN RUANG HARUS MEMPERHATIKAN KESEIMBANGAN PENGEMBANGAN BUDAYA DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Sumber: http://www.pu.go.id

Dalam pelaksanaan pembangunan  di perkotaan perlu diimbangi dengan aspek budaya dan pembangunan ekonomi kota. Oleh karena itu perlu adanya suatu rumusan konsep penataan ruang yang sensitif terhadap pelestarian budaya. Demikian disampaikan Direktur Penataan Ruang Nasional, Departemen PU, Iman Soedrajat dalam penyelenggaraan Focus Group Discussion “Pengembangan Budaya versus Pembangunan Ekonomi”, Selasa (2/9).

Kota bukan hanya sebagai tempat tinggal, bermukim, beraktivitas, dan memenuhi kebutuhan fisik melalui penyediaan prasarana dan sarana fisik, tetapi juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sosial budaya untuk mengembangkan kehidupan yang lebih berkualitas. Dengan demikian pembangunan kota yang berbudaya merupakan tantangan yang harus dapat dijawab.

Penyelenggaraan diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Tata Ruang 2008, yang melibatkan peserta dari berbagai instansi termasuk lembaga swadaya masyarakat, akademisi, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Diskusi tersebut menampilkan 3 (tiga) narasumber yakni Sarwo Handayani (Asisten Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta), Teguh Satria (Ketua Umum REI), dan Arya Arbietta (Pusat Dokumentasi Arsitektur) dan dipandu oleh Bondan Winarno (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia).

Adapun topik yang dibahas dalam diskusi tersebut difokuskan pada 3 (tiga) aspek penting, yakni dari aspek kebijakan dan strategi pengembangan budaya dalam pembangunan kota, aspek ekonomi melalui peningkatan peran swasta dalam penyelamatan budaya, serta aspek budaya melalui perencanaan dan restorasi bangunan bersejarah.

Dari aspek kebijakan dan strategi pengembangan budaya dalam pembangunan kota, maka pengembangan nilai-nilai budaya dalam suatu kota diharapkan menjadikan suatu kota mempunyai makna tertentu (karakteristik tertentu) yang kemudian dimanfaatkan sebagai potensi ekonomi kota melalui pengembangan sektor pariwisata.

Pengembangan budaya dalam pembangunan kota dapat didorong melalui pemberian mekanisme insentif dan disinsentif, khususnya terkait dengan mekanisme pengenaan pajak. Misalnya, pemberian insentif pajak dapat diberikan pada pemilik rumah yang menjaga kelestarian bangunan rumahnya yang termasuk dalam kategori cagar budaya, khususnya di daerah kawasan Menteng.

Aspek ekonomi menjadi begitu penting untuk mendorong upaya pengembangan budaya diperlukan kegiatan ekonomi kreatif (misalnya factory outlet, wisata kuliner, dan sebagainya). Dengan demikian, masyarakat dapat menjadi bagian dari usaha tesebut. Namun, pengembangan ekonomi kreatif memerlukan arah kebijakan dan strategi yang jelas, sehingga pengembangannya dapat dikendalikan (red: belajar dari kasus banyaknya factory outlet yang tidak terkendali di Kota Bandung).

Sementara itu, aspek budaya merupakan salah satu aspek pembentuk kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pelestarian budaya hendaknya perlu dikomunikasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengapresiasi budaya dan menjadi bagian dari pelestarian budaya.

Menurut Imam, hal lain yang menarik adalah perlu adanya upaya terobosan untuk “menjual budaya lebih mahal”. Misalnya dengan meningkatkan tiket harga masuk museum. Dengan adanya nilai jual budaya yang lebih mahal, diharapkan masyarakat dapat lebih memberikan apresiasi yang lebih tinggi terhadap budaya sendiri.

Sebagai kesimpulan dari diskusi tersebut adalah diperlukannya pendekatan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kreatif, serta kejelasan visi dalam pengembangan suatu kota yang dapat melihat perspektif budaya dari masa kini hingga ke depan. Dengan demikian, penataan ruang hendaknya dapat memperhatikan keseimbangan antara pengembangan budaya dan pembangunan ekonomi. (Subdit Lintas Sektor, Ditjen Penataan Ruang/ind)

Perihal perencanamuda
Komunitas perencana muda progressif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: