PEMDA DIHIMBAU SEGERA SELESAIKAN RTRW


Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Ruang Imam Santoso Ernawi menghimbau kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk segera menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi, Kabupaten/Kota sesuai jadwal yang terkandung di dalam UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Penyelesaian RTRW tersebut juga harus dilakukan secara simultan dengan penyusunan pedoman pelaksanaan dan peraturan yang konsisten.

Demikian disampaikan Imam pada Sosialisasi Undang-Undang Penataan Ruang Nomor 26 Tahun 2007 di Bandung, Jawa Barat (Jabar) pekan lalu. Acara yang dibuka Gubernur Jabar Ahmad Heryawan tersebut, diselenggarakan atas kerja sama Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum (PU) dengan pemerintah provinsi Jabar.

Bertindak sebagai pembicara tunggal, Dirjen Penataan Ruang mengatakan, seluruh pemangku kepentingan untuk melaksanakan penataan ruang dengan semangat kepedulian terhadap perwujudan dan kualitas lingkungan sekitar. Stakeholder juga diminta untuk meningkatkan peran masing-masing dengan menumbuhkembangkan kapasitas kelembagaan dan sumberdaya manusia yang peduli penataan ruang.

Dalam paparannya, Dirjen Penataan Ruang menekankan kepada isu-isu strategis yang masih menonjol, bahkan sudah menjadi isu global, diantaranya isu-isu bencana seperti banjir dan tanah longsor, krisis pangan akibat dari berkurangnya lahan pertanian, menurunnya kinerja infrastruktur sebagai akibat pertambahan penduduk di daerah perkotaan terutama di kota-kota besar di Jawa.

Untuk mensikapi isu strategis yang dihadapi, Imam menjelaskan, pentingnya UU Penataan Ruang dilaksanakan dengan menekankan kepada semangat yang terkandung didalam pasal-pasalnya, berupa keterpaduan, keserasian-keselerasan-keseimbangan, keberlanjutan, keberdayagunaan-keberhasilgunaan, keterbukaan, kebersamaan-kemitraan-perlindungan kepentingan umum, kepastian hukum-keadilan serta akuntabilitas.

Imam juga memberikan contoh-contoh simulasi perkembangan kawasan perkotaan dan berkurangnya lahan persawahan di Jawa , sebagai ilustrasi jika pembangunan tidak menggunakan kaidah-kaidah penataan ruang, seperti tidak terkendalinya pemanfaatan ruang di kawasan perkotaan dan semakin berkurangnya lahan pertanian, khususnya lahan persawahan di Jawa, serta perkembangan pemanfaatan ruang di kawasan Jabodetabekpunjur.

Dalam pelaksanaan UU Penataan Ruang, telah diatur pembagian kewenangan dan tanggung jawab antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota. Selain itu juga diatur mengenai tingkat kedalaman masing-masing Rencana Tata Ruang (RTR), baik RTR Nasional, RTR Provinsi, RTR Kabupaten dan RTR Kota berikut rencana yang lebih detailnya dan muatan yang terkandung didalam RTRW.

Sementara Gubernur Ahmad Heryawan dalam sambutan singkatnya menekankan agar UU Penataan Ruang dapat dilaksanakan di Jawa Barat hingga tingkat Kabupaten/Kota dan penyusunan RTRW-nya tepat waktu. Dalam implementasi penataan ruang, pemda diminta untuk menjaga keserasian pembangunan antar wilayah.

“Sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara bersama-sama tanpa ada pihak atau wilayah yang merasa dirugikan, sebagai adanya perbedaan prioritas pembangunan di daerahnya masing-masing,” imbuh Gubernur Jabar.

Acara sosialisasi tersebut turut dihadiri antara lain Wakil Gubernur Jabar yang lebih dikenal dengan nama Dede Yusuf, para anggota DPRD Jabar, Sekretaris Daerah Jabar, Direktur Penataan Ruang Wilayah II Ditjen Penataan Ruang Sri Apriatini Soekardi, Kepala Bappeda dan jajarannya, Bupati Majalengka, para Kepala Dinas Provinsi, Kabupaten/Kota terkait serta perwakilan dari kalangan asosiasi profesi dan akademisi. (Penataan Ruang/rnd)

dikutip dari http://www.pu.go.id

Perihal perencanamuda
Komunitas perencana muda progressif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: